Menulis Fiksi Remaja, seberapa sulit sih?
Ya, seberapa sulit menulis fiksi remaja? kelihatannya gampang. Betulkah gampang itu? Tapi kenapa justru sangat sulit bagi sebagian orang? Adakah hal berbeda yang harus ada dalam fiksi remaja?
Saya masuk dalam dunia kepenulisan dengan modal sebagai penulis fiksi remaja. Cerpen, cerita bersambung di awal-awal menulis dulu, cukup sering dimuat di majalah Annida dan Ummi. Kalau pun sekarang cerpen-cerpen saya juga dimuat di media berbeda seperti Republika dan Horison, atau menulis tidak dengan gaya remaja seperti dalam novel Derai Sunyi (dar!mizan) yang memberi saya penghargaan dari Majelis Sastra Asia Tenggara (Mastera) sampai sekarang saya tetap tidak bisa meninggalkan dunia fiksi remaja.
Kenapa saya memulai dengan fiksi remaja? Bagi saya dulu, karena saya merasa dekat dengan dunia remaja. Saya suka dengan keceriaannya, dan menemukan betapa bahasa dan gaya menulis saya ketika itu bisa dibilang sangat 'kena' ke remaja. Pas. ketika itu saya menganggap ini bukan sebagai sebuah kelemahan, melainkan sebuah kelebihan jika saya bermain di ladang yang tepat. Maka saya pun menulis fiksi remaja.Selanjutnya...
Label:3
action

Posting Komentar