#filmini, dari fiksimini, diproduksi
dengan tim mini, dan waktu pembuatan yang juga mini, serba mini. Film
ini sangat sederhana dalam proses pembuatannya, tetapi sang filmmaker,
Novian Anata Putra yang sering dipanggil Vian oleh teman-temannya itu
(@vianANT), tidak menyederhanakan tahapan produksi film yang ada.
Produksi #filmini ini tetap terdiri dari 3
tahapan dasar seperti film2 lainnya yaitu pra produksi, produksi dan
pascaproduksi. Namun bedanya adalah sederhananya semua tahapan-tahapan
yang ada. Praproduksi film ini cuma menghabiskan waktu 3 jam dengan
hasil 2 lembar storyboard. Shooting 5 jam dengan 1 orang filmmaker, 2
artis dan 1 orang BehindTheScene Videographer. Kemudian di lanjut
editing yang memakan waktu sekitar 4jam. Yang paling lama UPLOADnya
7JAM(VersiHD)
*dasarinternetlemot!
@viannitta TERNYATA MASIH CINTA,
cincin yang hilang dari jarinya ternyata ditelannya, biar masuk abadi di
dlm hatinya walau jarak memisahkan @fiksimini
PRA PRODUKSI.
Yah tepat, keberhasilan blog
filmfiksimini ini dalam menantang Vian untuk bisa bergabung didalamnya
adalah awal mula terciptanya #filmini ini. Yah memang sang filmmaker
masih pemula sebagai fiksiminiers. Baru sekitar sebulan sebelum produksi
#filmini ini dia baru bergabung aktif menulis fiksimini.
Siang itu setelah menulis fiksimini
dengan tema JARAK, Vian mulai berfikir bahwa salah satu fiksimini yang
barusan ia tulis bisa direalisasikan menjadi #filmini. Yah tentunya ada
kriteria mana fiksimini yang bisa di-film-kan mana yang tidak bisa. Dan
dimata sang filmmaker, yang sehari2nya hanya berprofesi sebagai
freelance videographer dengan penghasilan yang sangat tidak menentu,
intinya fiksimini itu harus bisa diralisasikan menjadi #filmini “dengan tanpa biaya sepeser-pun namun tetap bagus hasilnya”. *Baladafilmakermiskin
Terlintas di imajinasi sang film maker,
film ini bisa diproduksinya seorang diri, hanya membutuhkan siapa yang
akan menjadi pemerannya. Dengan patokan tanpa biaya, Vian yang alumni
mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP UNS Solo, langsung menghubungi
teman-teman waktu kuliahnya dulu yang sebagian besar memang banci
kamera. Adimas Maditra Permana (Dee)(@adeemas) dan Odilia Fristy
(Odilia/Odi) (@odiliafristy) setuju untuk bergabung dalam proyek
#filmini ini.
Malamnya
mereka mulai berkumpul di sebuah coffeeshop didaerah SoloBaru, Solo.
Vian mulai menjelaskan tentang fiksimini. Dee dan Odilia cukup tertarik
juga setelah kenal dengan konsep fiksimini. Setelah Dee dan Odi mengerti
apa itu fiksimini, Vian mulai menjelaskan konsepnya tentang film
tersebut. Setelah konsep sudah dijelaskan, ada hal yang mengejutkan
karena film tersebut akan diproduksi keesokan harinya. Akhirnya malam
itu kami mulai menyiapkan perlengkapan shoting, mulai dari lokasi
shoting, wardrobe, property sampai story board. Hasil utama dari tahapan
ini adalah dua lembar story board dengan 18 gambar dalam 2 setting,
taman dan kamar. Karena filmmaker nantinya akan bekerja seorang diri
dibelakang kamera, jadi semua rincian shot untuk besok harus sudah
detail, rinci dan jelas. Jadi produksi ini intinya tidak terlalu banyak
waktu karena Vian sebagai penulis sekaligus sutradara dan videografer
sudah mengetahui konsep dasarnya, dan Dee dan Odi melengapi dengan
memberi beberapa masukan agar produksi lebih sempurna. Malam itu di
akhiri dengan penentuan jam produksi keesokan harinya, jam 6 pagi.
Keesokan
harinya tepat pukul 6 pagi, kami bertemu di rumah Odi dan segera
berangkat menuju lokasi pertama yaitu Taman Balekambang, Solo. Di Taman
Balekambang satu teman kami Dymas Dwi S (dimas) sudah menunggu untuk
membantu mendokumentasikan semua proses produksi kita.
Di
lokasi pertama, kami tidak terlalu lama karena telah sangat terbantu
dari storyboard yang kami buat sebelumnya, walaupun ini produksi dadakan
kami mengerjakan pra produksi dengan cukup rinci.
Selain terbantu dengan storyboard, kami juga terbantu dari faktor cuaca
dan kondisi lapangan yang tidak terlalu banyak gangguan dari pendatang
taman Balekambang yang lain.
Segera setelah shoting di lokasi pertama
selesai, kami segera bergegas ke lokasi kedua, yaitu rumah Odi. Di rumah
Odi, kami memakai kamarnya untuk shoting. Tuntutan untuk kreatif harus
kami lewati, karena memang produksi ini tidak berbudget, dan tidak
terpkir untuk menyewa alat dan lampu. Pada waktu itu kita membutuhkan
nuansa malam hari, padahal waktu itu masih siang hari. Akhirnya kita
memakai alat sederhana berupa lampu nenon aquarium berwarna biru dan
beberapa lampu bohlam kecil untuk membangun suasana malam. Dan
sepertinya ide lide liar kami cukup bisa berhasil menggambarkan nuansa
malam di kamar itu.
PASCA PRODUKSI
Usai produksi, semua materi mentah
langsung diolah. Vian disini juga berperan sebagai editor tunggal. Tak
ada yang special di tahapan ini. Semua materi mentah disusun sesuai
storyboard, kemudian ditambahkan ilustrasi music. Ilustrasi music
diunduh dari www.mobygratis.com,
sebuah web berisi ratusan ilustrasi music yang berlisensi yang dapat
diunduh secara geratis untuk keperluan pembuatan film non komersial.
Setelah semua sudah tertata rapi di timeline, finishing dilakukan dengan video grading untuk menambah efek dramatis. Semua tahapan ini berlangsung malam harinya dan selesai di-upload versi HD-nya keesokan harinya.
Crew:
Produser, Ide, Sutradara, Sinematografer, n Editor: Novian Anata Putra (Vian)
Pematangan konsep n kreatif: Adimas Maditra Permana (Dee), Odilia Fristy (Odilia), Novian Anata Putra (Vian)
Cast: Adimas Maditra Permana (Dee), Odilia Fristy (Odilia)
BTS: Dymas Dwi S(Dimas)
Pematangan konsep n kreatif: Adimas Maditra Permana (Dee), Odilia Fristy (Odilia), Novian Anata Putra (Vian)
Cast: Adimas Maditra Permana (Dee), Odilia Fristy (Odilia)
BTS: Dymas Dwi S(Dimas)
Data teknis:
Shot w/ Canon 7D + Sigma 30mm f/1,4
Edit w/ Premiere CS3
Shot w/ Canon 7D + Sigma 30mm f/1,4
Edit w/ Premiere CS3
Ilustrasi Musik : www.mobygratis.com
Grading : Magic Bullet Looks
Grading : Magic Bullet Looks
Dan inilah film “Ternyata Masih Cinta”
Posting Komentar